Thursday, February 23, 2017

Dari Hobi Jadi Rezeki

Emak, punya hobi apa?

Hobinya, menghabiskan atau malah bisa menghasilkan uang?

Sudah bukan zamannya lagi yah Mak, punya hobi yang buang-buang uang. Sekarang ini, harus lebih kreatif dan selektif dalam memilih kegiatan sebagai selingan. Banyak lho hobi yang bisa membuahkan rupiah. Contohnya, Emak punya hobi masak, bisa dikembangkan dengan menerima jasa catering, atau suka membuat produk kerajinan tangan, bisa dijadikan bisnis dengan memasarkannya, atau Emak punya hobi nulis

Tuesday, February 14, 2017

Cara Mudah Menghilangkan Stres


Bu, Pernah merasakan stres? 

Apa sebabnya?


Kebanyakan Ibu pastinya pernah merasakan stres, yang bisanya, engga jauh dari seputar pekerjaan rumah dan anak-anak. Dampaknya, emosi tidak terkontrol, anak jadi sasaran kemarahan dan pekerjaanpun tidak terselesaikan.

Sebenarnya, apa sih stres itu? 

Tuesday, January 10, 2017

Tetap Waras Dengan Menulis

FAKTA : menulis itu bisa mengobati luka jiwa dan menjaganya tetap "waras".

Maksudnya gini, ada orang yang tipenya "jago" menyimpan perasaan (like me). Tipe orang seperti ini paling ngga bisa curhat masalah pribadi ke orang lain. Parahnya, kepada pasanganpun terkadang sulit untuk mengungkapkannya.

Dalam hal ini bukan merahasiakan sesuatu hal dalam artian negatif yaah,  tapi lebih ke arah apa yang dirasakan dan dipikirkan.

buruknyaaa,  tipe seperti ini tiba-tiba bisa "meledak-ledak". Jadi seperti menyimpan BOM WAKTU.

Kenapa? Karena, psikologi perempuan itu memang HARUS mengeluarkan kurang lebih 20.000 kata setiap harinya.

Jangan heran kalo banyak perempuan punya "hobi" ngerumpi.

Tapi beda dengan tipe "penyimpan perasaan" yang ngga bisa setiap waktu bercerita.

Bayangkan, jika menyimpan dua puluh ribu kata setiap hari, betapa beratnya beban dari penyimpanan itu. Wajar ajaa klo tiba-tiba meledak karena hal sepele.  Itu karena daya tampungnya yang pecah dan saya menyebutnya KETIDAKWARASAN.

KABAR BAIK bagi yang setipe dengan saya, untuk menghindari si "bom waktu" aktif,  salurkan saja 20.000 kata dalam bentuk tulisan.
Yaaah, dengan menulis, selain bisa menyalurkan perasaan, juga bisa mengutarakan pemikiran. Bisa jadi apa yang ditulis ternyata menginspirasi perempuan lainnya diluar sana.

Meminjam kalimat teteh Indari Mastuti dalam salah satu trainingnya
"mulailah menulis apa yang dirasakan, mulailah menulis dengan apa yang dikuasai".

Selamat menulis

#menulisitumudah
#menulisapasaja
#mulaimenulis
#onedayonearticle

Tuesday, October 18, 2016

Dasar memulai bisnis bagi pemula

Profesi yang paling menjanjikan sekarang ini adalah ENTERPRENEUR atau pengusaha. Semua jenis usaha apa saja yang bisa dilakukan individual atau kelompok baik barang atau jasa. Kelebihannya adalah target, cara pencapaian sampai hasil akhir nantinya dapat diusahakan oleh diri sendiri, sehingga semua kemungkinan atas resiko dan keuntungan yang akan diperoleh akhirnya dapat dinikmati sendiri.

Berapa banyak waktu yang dihabiskan di tempat kerja jika berstatus sebagai 'Pegawai'? minimal 8 jam sehari, 6 hari seminggu. belum lagi jarak antara rumah dan tempat kerja.

Mempunyai usaha sendiri mungkin sudah banyak terlintas dalam benak banyak orang yang diantaranya berstatus sebagai pegawai. Namun hanya sedikit sekali yang berani mengambil keputusan untuk menjalankan apa yang 'tumbuh subur' dalam pikirannya. Memang tidak mudah untuk meninggalkan apa yang sudah biasa dilakukan, dan hal itu memang membutuhkan TEKAD yang kuat bahkan tidak jarang dimulai karena 'KEPEPET' atau terpaksa karena tidak ada jalan lain untuk memperoleh penghasilan. Tapi justru karena hal-hal tersebutlah yang dapat memicu seseorang untuk mengeluarkan 110% kemampuan dan potensinya untuk lebih fokus dalam usahanya.

Beberapa hal berikut ini mungkin yang menjadi POKOK PEMIKIRAN seseorang untuk memulai usahanya :

Monday, October 17, 2016

TOLOOONG...! ANAKKU KRITIS

TOLONG…! ANAKKU KRITIS

Apa ibu pernah merasa butuh pertolongan saat si buah hati “KRITIS”?

Memiliki anak yang kritis tidak jarang membuat orang tua terutama ibu yang merupakan sosok yang bisaanya lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak, dibuat SUSAH.
Susah? Iya susah!
Susah untuk mencari jawaban yang benar dan tepat atas pertanyaan-pertanyaan “ajaib” sang anak yang sering diluar perkiraan dan susah untuk menjelaskannya, mengingat usia dan daya tangkap anak yang berbeda dengan kita sebagai orang dewasa.

Penting untuk diinggat, bahwa anak yang “kritis” adalah anak yang CERDAS dan PEKA terhadap lingkungan sekitarnya. Jadi sebagai orang tua, sudah semestinya BANGGA memiliki anak yang KRITIS.

Taukah ibu? Tidak semua anak bisa kritis! Namun ada cara yang bisa menjadikan anak kritis.

Berikut 4 CARA UNTUK MEMBENTUK ANAK MENJADI KRITIS :